Foto : www.independent.ie

Majalahayah.com – Berikut adalah seri kedua dari tulisan 13 Cara Jitu Untuk Anda GAGAL Dalam Kehidupan, DIJAMIN!. Untuk melihat seri pertama, silahkan klik di sini.

(sambungan) Seri Kedua: Cara 4 – 6

4. Enggan untuk bekerja lebih keras, baik untuk kepentingan diri sendiri apalagi tim atau kelompok.
Bahwa substansi bekerja adalah sebagai bagian dari pengabdian kepada Allah SWT, telah luput dari pemahaman. Sehingga kualitas bekerjanya tidak dengan kesungguhan, yang tentunya berakibat pada hasil kerja yang seringkali tidak memuaskan.
Referensi:
Surat As-Shaaffaat(37): 48-61
48. Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya,
49. seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik.
50. Lalu sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain sambil bercakap-cakap.
51. Berkatalah salah seorang di antara mereka: “Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman,
52. yang berkata: “Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?
53. Apakah bila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?”
54. Berkata pulalah ia: “Maukah kamu meninjau (temanku itu)?”
55. Maka ia meninjaunya, lalu ia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka menyala-nyala.
56. Ia berkata (pula): “Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku,
57. jikalau tidaklah karena ni`mat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).
58. Maka apakah kita tidak akan mati?
59. melainkan hanya kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan disiksa (di akhirat ini)?
60. Sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang besar.
61. Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja.

5. Salah memilih teman.
Inilah kesalahan yang umum terjadi, dimana seseorang tidak memiliki ilmu untuk bisa memilih diantara kenalannya, mana yang patut dan tidak patut untuk dijadikan teman. Setelah menjadi teman, biasanya proses selanjutnya adalah menjadikannya sahabat. Bayangkan jika anda bersahabat dengan orang-orang yang berpikiran negatif, suka gosip dan fitnah, pastilah anda akan tertular dengan pikiran tersebut.
Referensi:
Surat An-nisaa (4):69
“Dan barangsiapa yang menta`ati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni`mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”

6. Enggan untuk berkorban.
Kata yang tepat untuk menggambarkan orang ini adalah egois, karena hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri ataupun kelompoknya saja. Umumnya tidak memiliki empati untuk bisa memahami kepentingan orang atau kelompok lain. Sikap tidak peduli inilah membuatnya tidak mampu memahami kesulitan orang lain.
Referensi:
1. Dari Hudzaifah Bin Yaman ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, ”Siapa yang tidak ihtimam (peduli) terhadap urusan umat Islam, maka bukan termasuk golongan mereka.” (HR. At Tabrani)
2. “Seorang mukmin terhadap mukmin (lainnya) bagaikan satu bangunan, satu sama lain saling menguatkan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Bersambung …