10 Tips Mengatasi Perselisihan Antar Anak

10 Tips Mengatasi Perselisihan Antar Anak

44
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Perselisihan atau persaingan antarsaudara ini lumrah terjadi, mengingat setiap anak ingin diperlakukan spesial oleh orang tuanya. Perselisihan ini bisa jadi muncul akibat persaingan, rasa bosan atau cari perhatian.

Seperti yang dikutip dari parenting, meski tidak dapat dihindari, persaingan antarsaudara harus ditangani dengan baik. Seperti yang dikemukakan sejumlah ahli, saudara adalah teman sebaya (peer) pertama yang anak miliki. Melalui hubungan dengan saudara sekandung, anak belajar bagaimana harus berbagi, bersikap sebagai teman, mencintai, dan bersikap kooperatif.

Simak langkah-langkah berikut ini :

1. Mempersiapkan kakak sebelum kehadiran adik

Sebelum anak kedua lahir, libatkan si calon kakak melakukan aktivitas yang berhubungan dengan menyambut kehadiran adik barunya.

2. Memperlakukan setiap anak sebagai individu berbeda

Tiap anak merupakan individu yang unik. Berikan mereka perhatian yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka masing-masing.

Baca juga :   Himbauan Peran Serta Masyarakat Terhadap Kejahatan Seksual

3. Hindari membandingkan

Orangtua kerap melakukan kompetisi untuk memotivasi anak-anak mereka. Namun jangan sampai membanding-bandingkan si adik dengan kakaknya, atau sebaliknya, karena akan menimbulkan kecemburuan.

4. Menumbuhkan keunikan anak

Perhatikan bakat anak, lalu kembangkan dengan memberikan kursus atau kegiatan khusus. Harga diri anak akan terbangun bila bakat khususnya terus diasah.

5. Menghabiskan waktu bersama setiap anak sesuai prioritas

Anak-anak akan menghargai moment berharga ini. Setiap anak punya kebutuhan berbeda. Bila orangtua tidak dapat hadir di moment-moment terpenting anak, misal saat anak akan tampil menari disekolah sampaikan hal ini sebaik mungkin.

6. Membuat batasan yang jelas

Ajarkan kepada anak-anak bahwa mereka perlu saling menghargai dan jangan saling mengejek. Minta ijin ketika ingin meminjam barang milik saudaranya.

7. Mendengarkan perasaan anak

Baca juga :   Lipatan Tubuh Bayi Jangan Dikasih Bedak

Mendengarkan perasaan anak penting untuk mengetahui apa sesungguhnya yang memicu pertengkaran. Berikan pemahaman kepada si kecil mengenai apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak.

8. Jangan memihak

Biarkan anak-anak menyelesaikan sendiri pertengkaran mereka. Kecuali, jika mereka tampak membutuhkan orangtua memfasilitasi komunikasi keduanya.

9. Menghindari memupuk kebiasaan mengadu

Saat si sulung lari pada Anda dan mengatakan adiknya merusak mainannya, katakan padanya bahwa Anda tidak tertarik pada apa yang dilakukan adiknya. Namun, Anda tertarik pada apa yang tengah dilakukannya.

10. Memberi reward untuk perilaku kooperatif

Pemberian reward dilakukan untuk memperkuat perilaku. Ini agar anak mengerti bahwa, perilaku inilah yang diharapkan dari anak.

Dengan mengajarkan hal-hal tersebut, anak akan belajar bagaimana mengatasi masalah dengan benar. Jangan lupa untuk menekankan pentingnya hubungan saudara kepada anak-anak.