Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di Graha BNPB pada Kamis (2/4/2020). (Dok : BNPB)

Majalahayah.com, Jakarta – Ada penambahan kasus positif corona di Indonesia. Juru Bicara Pemerintah Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengatakan ada penambahan 153 kasus baru corona di Tanah Air.

Dengan adanya penambahan tersebut, total kasus corona di Indonesia hingga Jumat (27/3/2020) sore sebanyak 1.046 orang.

Di samping itu, juga ada tambahan pasien sembuh dan pasien meninggal. Per hari ini, ada tambahan 11 pasien yang dinyatakan sembuh dan sembilan pasien meninggal dunia karena corona.

“26 Maret 2020 pukul 12.00 WIB sampai dengan hari ini 12.00 WIB terjadi penambahan kasus cukup signifikan sebanyak 153 kasus baru sehingga total 1.046. [ini membuktikan] Masih ada penularan penyakit ini di tengah kita. Masih ada sumber panyakit, masih ada kontak dekat. Ada tambahan 11 pasien sembuh sehingga total sembuh 46. Ada [penambahan] 9 kematian baru dalam waktu 24 jam sehingga meninggal dunia menjadi 87 orang,” terang lelaki yang akrab dipanggil Yuri.

Sementara itu, data yang ditampilkan saat konferensi pers menunjukkan ada penambahan kasus corona baru di Jateng sebanyak tiga orang sehingga total kasus corona di Jateng sebanyak 43 orang.

Pesan Yuri

Bertambahnya kasus positif corona di Indonesia membuat Yuri mengimbau masyarakat untuk berdiam diri di rumah dan membatasi kontak dekat.

Meski pemerintah terus melakukan tes cepat corona dengan rapid test, ia terus mengimbau agar masyarakat juga menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Bahkan, mendekati musim mudik Lebaran 2020, Yuri juga mengimbau masyarakat untuk menunda pulang kampung hingga kondisinya kondisif. Hal ini dikarenakan pemerintah tidak menginginkan adanya penambahan kasus corona yang semakin meluas.

“Ini menjadi penting. Terkait dengan konteks menjaga jarak, rajin ccuci tangan, pemeriksaan rapid test yang dimaknai belum tentu sakit. Berhati-hati lah, tidak perlu meninggalkan rumah, tidak perlu berpergian dengan jauh, risiko sangat besar terkait hal itu. Apalagi pergi ke kampung dengan satu mobil berdesak-desakkan. Ini risikonya besar, kami menyarankan hati-hati dan ditunda. Ini menjadi perhatian pemerintah karena kami tidak menginginkan penambahan kasus menjadi tinggi dan penularan di masyarakat makin banyak. Tetap tinggal di rumah bukan berarti tidak produktif. Rajin cuci tangan menjadi kunci,” pesannya.