Berita Terbaru

Zulhas Buka Suara Tentang Caleg PAN yang Enggan Kampanyekan Prabowo

Majalahayah.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan buka suara terkait adanya calon legislatif (caleg) dari PAN yang enggan mengkampanyekan pasangan...

Musuhi Rizal Ramli, Pengamat : Nasdem Terancam Tak Lolos PT 4 Persen

Majalahayah.com, Jakarta - Ekonom senior, DR. Rizal Ramli dengan para pengacaranya melaporkan balik Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh kepada polisi akibat partainya melakukan...

TKN Jokowi-Ma’ruf : Caleg PAN Ngotot Kampanyekan Prabowo, Mereka Akan Kehilangan Kursi

Majalahayah.com, Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Raja Juli Antoni, menilai sikap sejumlah calon...

Bantuan Palu Masih Terus Bertambah Sampai Saat Ini

Majalahayah.com, Riau - Kanwil Kemenag Riau terus melakukan penggalangan donasi gempa Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupten Donggala hingga Jumat (19/10/2018) terus bertambah lagi...

BI Sebut Rupiah Mulai Stabil di Angka Rp 15.200 Per Dolar AS

Majalahayah.com, Jakarta - Otoritas moneter Bank Indonesia menyebutkan nilai tukar rupiah saat ini sudah stabil dan bergerak sesuai mekanisme pasar. Gubernur BI, Perry Warjiyo...

Bagaimana Cara Mengajarkan Anak untuk Mengerti Sumpah Serapah

Majalahayah.com, Jakarta - Tidak semua kata kotor merupakan sumpah serapah, dan yang dianggap sebagai kata kasar dapat berbeda-beda dari masing-masing keluarga. Mengajarkan pada anak...

Kasus Meikarta : Sudahi Perilaku Oknum ASN Seperti Tuan Pemilik Instasi Pemerintah

Majalahayah.com, Jakarta - Wacana media pekan ini diwarnai OTT (operasi tangkap tangan) beberapa oknum ASN (Aparatur Sipil Negara) dan pihak swasta terkait pembangunan proyek...

6 Pesawat Bantuan Asing Angkut Bantuan untuk Penanganan Bencana di Sulteng

Majalahayah.com, Palu – Sebanyak 6 pesawat asing mengangkut bantuan seberat 103 ton dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaimandi Balikpapan menuju Bandar Udara Mutiara...

Terima Laporan TKN Jokowi-Ma’ruf, KPAI : Anak Harus Dilindungi dari Penyalahgunaan Politik

Majalahayah.com, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima pengaduan dari team TKN KIK atas kasus pelibatan anak dalam kegiatan politik. Laporan atas dua kasus...

Wujudkan Dunia Bebas Perdagangan Orang

Majalahayah.com, Wina - Perdagangan orang merupakan kejahatan keji yang merendahkan martabat manusia serta menghambat orang untuk menikmati kehidupan yang damai dan sejahtera. Tidak ada...

Terpopuler

Inspiratif

Indepth

Kasus Meikarta : Sudahi Perilaku Oknum ASN Seperti Tuan Pemilik Instasi Pemerintah

Majalahayah.com, Jakarta - Wacana media pekan ini diwarnai OTT (operasi tangkap tangan) beberapa oknum ASN (Aparatur Sipil Negara) dan pihak swasta terkait pembangunan proyek...

Skandal Meikarta : Ironi Denny Indrayana

Majalahayah.com, Jakarta - Lama menghilang, pegiat antikorupsi dari UGM dan mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana muncul kembali dengan kabar yang sangat...

Misteri Rabu Pon Jokowi vs Winter Is Coming

Majalahayah.com, Jakarta - Bagi yang sedikit cermat memperhatikan kebiasaan Presiden Jokowi dalam mengambil keputusan penting, pembatalan kenaikan harga BBM premium masih menyimpan sebuah misteri....
Majalahayah.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum,  Gerindra Fadli Zon menyinggung pemerintahan Indonesia yang disebutnya sebagai raja utang. Baginya Indonesia perlu pemimpin yang memiliki visi kedaulatan secara ekonomi. Dirinya pun menegaskan jika Prabowo Subianto terpilih menjadi presiden dalam Pilpres 2019 kelak. Indonesia akan berdaulat dalam segala aspek. "Fokusnya pertama dari sisi kedaulatan bangsa saya kira butuh pemimpin yang bisa menegakkan kedaulatan dan Pak Prabowo bisa menjadi figur yang bisa berdaulat secara ekonomi, politik kalo sekarang kan tidak berdaulat malah kita jadi raja utang," ujar Fadli saat ditemui di DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (20/3/2018). Fadli juga mengutarakan kecewa dengan pemerintah yang tidak menerapkan trisakti. Konsep itu baginya, hanya menjadi dagangan saat kampanye. "Jadi kita betul-betul membutuhkan orang yang satu kata dengan perbuatan dan bisa membawa Indonesia kembali terhormat berdaulat secara ekonomi politik dan budaya," pungkasnya.