Berita Terbaru

PBNU : Kata Gus Dur Kalau Cari Orang Ikhlas di Bangsa Ini, Ya Prabowo

Majalahayah.com, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj menerima kedatangan Capres-Cawapres, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Pada pertemuan...
Kabareskim Mabes Polri Komjen Ari Dono Sukmanto, di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 15/11/2016.

Posisi Strategis, IPW Sebut 3 Nama Terkuat Calon Wakapolri Baru

Majalahayah.com, Jakarta - Dari delapan jenderal bintang tiga atau Komjen di Polri, ada tiga yang menjadi calon kuat untuk posisi Wakapolri menggantikan Komjen Syafruddin....

Titipan Emak-Emak, Ketua MPR Minta Pemerintah Jaga Harga Kebutuhan Pokok

Majalahayah.com, Jakarta - Ketua MPR, Zulkifli Hasan menyentil hasil kerja pemerintahan Presiden Jokowi - Jusuf Kalla dalam sidang pidato di pembukaan Sidang Paripurna MPR...

Faizal Assegaf : Habib Rizieq Sepenuhnya Dukung Jokowi-Ma’ruf

Majalahayah.com, Jakarta - Ketua Progres 98, Faizal Assegaf mengatakan, bahwa sebaiknya Ma'ruf Amin juga bertemu dengan Ahok tidak hanya dengan Habib Rizieq saja. Menurutnya,...

Ma’ruf Amin Tekan Jokowi, Faizal Assegaf : Itu Proses Lobi

Majalahayah.com, Jakarta - Ketua Progres 98, Faizal Assegaf turut angkat bicara terkait ucapan Mahfud MD yang menyatakan Ma'ruf Amin menekan Jokowi. Faizal mengatakan, bahwa...

Presiden Jokowi : Pengangguran Turun Jadi 5,13%, Gini Rasio Turun Jadi 0,389

Majalahayah.com, Jakarta - Pada bagian lain pidatonya pada Sidang Tahunan MPR-RI Tahun 2018, Kamis (16/8) pagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, sudah hampir empat...

Presiden Jokowi : Insya Allah Pileg dan Pilpres 2019 Berlangsung Aman, Damai dan Demokratis

Majalahayah.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, selama 73 tahun, Indonesia sudah menunjukkan diri sebagai bangsa yang tangguh, tahan banting, dan ingin terus...

Idham Aziz Jadi Wakapolri, IPW : Timbulkan Kecemburuan

Majalahayah.com, Jakarta - Dengan diangkatnya Wakapolri Komjen Syafruddin sebagai Menpan RB, posisi Wakapolri pun kosong. Beredar kabar Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis akan...

Jawab Harapan Presiden, Ini Bukti Gerakan Pramuka Sudah Maksimalkan Internet

Majalahayah.com, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo yang juga Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka meminta Pramuka harus dididik bukan hanya bahasa morse, tetapi juga bahasa dan...

Isu Mahar Sandi, Habiburokhman : Andi Arief Katakan Sudah Tutup Buku

Majalahayah.com, Jakarta - Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Gerindra Habiburokhman menyatakan isu mahar politik  yang menyeret Cawapres Sandiaga Uno telah selesai. Habiburokhman...

Terpopuler

Inspiratif

Indepth

Gerindra-Demokrat, Tarik Ulur Koalisi Dua Jenderal yang Berakhir Manis

Majalahayah.com, Jakarta – Koalisi antara Partai Gerindra dengan Partai Demokrat pada (30/07) lalu memunculkan kesepakatan untuk berkoalisi yang kuat. Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto...

Sistem Zonasi, Saat Ramai-Ramai Jadi Miskin untuk Sekolah Berkualitas

Majalahayah.com, Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tahun 2018 menerapkan sistem zonasi di Penerimaan Perserta Didik Baru (PPDB) pada jenjang Sekolah Menengah...

KPU Wajib Memperpanjang Masa Pendaftaran Capres-Cawapres

Majalahayah.com, Jakarta - Pernyataan KPU yang mengatakan bahwa lembaga tersebut tidak akan memberikan kesempatan perpanjangan waktu kepada partai politik dalam mendaftarkan pasangan calon Presiden...
Majalahayah.com, Jakarta -  Pihak Hotel Alexis angkat bicara. Mereka memberikan pernyataan lengkap terkait sikap Pemprov DKI Jakarta menolak daftar ulang tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) yang diajukan Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis. Pernyataan lengkap ini tertuang dalam surat pernyataan yang diterima awak media dari Legal & Corporate Affair Alexis Group, Lina Novita, Selasa (31/10/2017). Pihak Hotel Alexis menegaskan hingga kini di hotel dan griya pijat mereka tidak pernah ditemukan pelanggaran, baik peredaran narkoba maupun kasus asusila. Pihak Hotel Alexis memohon bimbingan dan solusi dari Pemprov DKI Jakarta agar perizinan hotel dan tempat spa mereka bisa diperpanjang. Mereka berharap nasib para karyawan ikut dipikirkan, apalagi sebagian besar menjadi tulang punggung keluarga.   Assalamualaikum Wr Wb Salam Sejahtera Menyikapi beredarnya surat dari Dinas PTSP yang isinya belum dapat memproses permohonan perpanjangan  Tanda Daftar Usaha Pariwisata Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis ,maka kami jelaskan hal-hal sebagai berikut : 1. Kami mencoba memahami kebijakan Pemda DKI saat ini dan kami siap bekerjasama dengan Pihak Pemda  DKI guna mendukung setiap kebijakan Gubernur DKI.   2. Hotel maupun griya pijat Alexis adalah sebuah usaha yang bergerak di bidang pariwisata dimana segala  sesuatu terkait perizinan maupun operasional telah kami laksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan  yang berlaku.   3. Perlu diketahui bahwasanya sampai dengan saat ini di Hotel dan griya pijat kami tidak pernah ditemukan  pelanggaran ,baik berupa peredaran narkoba maupun kasus asusila.   4. Kami menyadari bahwa semua tempat usaha memiliki kelebihan maupun kekurangan, dimana saat ini  stigma yang terbentuk terkait nama alexis di identikan dengan tempat yang kurang baik,oleh karenanya  kami akan berbenah dan melakukan penataan manajemen agar dapat keluar dari stigma tersebut.Apabila  ada kekurangan yang harus kami perhatikan maka kami terbuka menerima saran dan kritik untuk bisa  menjadi lebih baik lagi.   5. Kami menghargai surat yang telah dikeluarkan oleh Dinas PTSP,atas dasar hal tersebut kami melakukan  penghentian operasional Hotel dan griya pijat Alexis dikarenakan belum dapat diprosesnya perpanjangan  izin Tanda Daftar Usaha pariwisata kami.Langkah tersebut kami ambil untuk menunjukan bahwa pihak  kami taat aturan.   6. Perlu di pahami bahwa kami juga memiliki karyawan yang jumlahnya tidak sedikit dimana para karyawan  tersebut juga merupakan tulang punggung keluarga, satu hal yang pasti belum terbitnya perpanjangan TDUP  usaha kami yang akan berujung pada penutupan usaha akan berdampak pada hilangnya mata pencaharian  mereka.   7. Kami meminta masyarakat maupun media berhenti menghakimi pihak kami secara sepihak,mohon juga di  lihat bahwa selama ini pihak kami merupakan salah satu pelaku usaha di kota Jakarta yang tidak pernah  melakukan pelanggaran ataupun menerima sanksi terkait pelanggaran dalam bentuk apapun dari dinas  terkait yang merupakan cerminan bahwa kami pelaku usaha yang taat hukum dan turut berkontribusi nyata terhadap pembangunan kota Jakarta lewat pajak daerah maupun pembukaan lapangan kerja melalui sektor  pariwisata.   8. Bersama ini kami mohon kepada Pihak Pemda DKI Jakarta dalam hal ini Dinas Perizinan untuk dapat  memberikan solusi dan jalan keluar terbaik maupun arahan dan bimbingannya agar usaha kami di sektor  Pariwisata dapat terus berjalan,pastinya kami siap untuk melakukan pembenahan manajemen sesuai  dengan arah kebijakan Pemerintah daerah DKI Jakarta.   9. Kepada seluruh masyarakat maupun media mari Bersama - sama kita bangun kota Jakarta lewat sektor  Pariwisata guna menjadikan kota Jakarta sebagai salah satu destinasi wisata Favorit di Negara Indonesia.