Berita Terbaru

SBY Minta Ijin Jokowi dalam Pengusutan Dalang Berita Asian Sentinel

Majalahayah.com, Jakarta - Media Hong Kong, Asia Sentinel, meminta maaf kepada Ketum Demokrat sekaligus Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas artikel terkait...

Polemik Asia Sentinel, SBY : Saya Lelah Bersabar 10 Tahun

Majalahayah.com, Jakarta - Media asal Hong Kong, Asia Sentinel, meminta maaf kepada Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat. Permintaan maaf ini dilayangkan atas pemberitaan...

Dahnil Anzar Masuk Timses, Sandiaga : Mewakili Tokoh Anti Korupsi

Majalahayah.com, Jakarta - Koalisi pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendaftarkan Badan Pemenangan Nasional ke KPU pada Kamis 20 September 2018. Jelang pendaftaran, tim...

Tommy dan Titiek Soeharto Masuk dalam Badan Pemenangan Prabowo-Sandi

Majalahayah.com, Jakarta - Pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno telah menandatangani surat keputusan Badan Pemenangan Nasional (BPN) yang diserahkan ke Komisi Pemilihan...

Setelah Sholat Istikharah, Dahnil Mantap Terima Tawaran Masuk Tim Prabowo-Sandi

Majalahayah.com, Jakarta - Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzhar Simanjuntak menerima permintaan untuk menjadi koordinator jubir Tim Pemenangan Prabowo-Sandi setelah melakukan sholat Istikharah....

Survei Indomatrik, Prabowo-Sandi Menang Atas Jokowi-Ma’ruf di Pulau Jawa

Majalahayah.com, Jakarta - Lembaga survei Indomatrik mengeluarkan hasil survei yang mengejutkan. Selain menunjukan selisih suara antara Jokowi dengan Prabowo yang tipis, suara petahana pun...

Survei Indomatrik : Selisih Suara Jokowi dan Prabowo Hanya 5 Persen

Majalahayah.com, Jakarta - Pasangan Jokowi-Ma'ruf terlihat masih unggul dari Prabowo-Sandi dalam tingkat keterpilihan hasil jajak pendapat terbaru lembaga Survei Indomatrik. Walau begitu selisih antara...

Rizal Ramli : Mendag Enggak Mutu, Waktunya Jokowi Tunjukan Sikap !

Majalahayah.com, Jakarta - Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli ikut mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bersikap tegas terhadap Menteri Perdagangan Enggaristo Lukita. Baginya sudah...

Rumus Keluarga Bahagia menurut Cahyadi Takariawan

Majalahayah.com - Keluarga merupakan tempat kembalinya segala aktifitas kehidupan sehari-hari, terlebih yang memainkan peran sebagai suami dan istri dalam berumah tangga. Dalam berumah tangga...

5 Hal Berbahaya yang Dilakukan Orang Tua Saat Memandikan Bayi

Majalahayah.com, Jakarta - Waktu mandi adalah kesempatan yang sangat baik untuk menjalin ikatan dengan bayi atau balita Anda. Dan, itu keren sekali melihat mereka...

Terpopuler

Inspiratif

Indepth

Meski Berbeda Agama, Stevanus Bantah Daftar Muadzin versi Pemerintah

Majalahayah.com, Tumbuh di negeri ini, entah sudah berapa puluh ribu kali saya mendengarkan lantunan azan. Lima kali sehari sepanjang tahun, semua masjid menyuarakannya. Tak...

Utang, Kemiskinan dan Revolusi Sosial

Majalahayah.com, Jakarta - Zulkifli Hasan (ZH/Ketua MPR) dan Sri Mulyani (SMI) beradu argumentasi soal hutang yang membengkak. ZH geleng geleng kepala, Hutang sudah hampir...

Kasus Neno, Mengapa BIN Harus Mengaku

Majalahayah.com , Jakarta - Harian New York Times Edisi 12 Juni 1987, memuat artikel yang menarik tentang lembaga intelijen AS CIA (Central Intelligence Agency)....
Majalahayah.com, Jakarta - Puisi Sukmawati Soekarnoputri berjudul 'Ibu Indonesia' menimbulkan polemik karena diduga mengandung unsur penghinaan agama. Pada puisi itu sendiri Sukmawati menyinggung tentang syariat, cadar dan adzan dibandingkan dengan budaya lokal. Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212, Eggi Sudjana menyatakan merasa kasihan dengan kondisi Sukmawati yang tidak paham ajaran syariat. Padahal bagi Eggi, Sukmawati masih merupakan anak dari pahlawan proklamator, Soekarno. "saya kasihan udah tua gitu engga ngerti Islam. Padahal anak proklamator harus dikasihani orang kayak gitu," jelas Eggi saat dihubungi oleh Majalahayah.com, Selasa (3/4/2018). Selanjutnya Eggi juga menegaskan dalam perspektif hukum Sukmawati sudah pantas terkena pasal penghinaan agama. Bahkan dirinya melihat hukuman bagi putri Soekarno tersebut bisa melebihi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). "Dari perspektif hukum dirinya sudah memenuhi unsur penghinaan agama Islam. Karena membandingkan konotasi ajaran Islam. Menempatkan ajaran Islam jadi terhina begitu. Dibandingkan dengan cadar, kedua azan, ketiga hijab," jelasnya. "Itu kan prinsip dasar dari ajaran Islam. Atau ajaran yang dianut oleh mayoritas orang Indonesia. Bahkan 2 miliar orang di dunia. Jadi dalam perspektif hukum Sukmawati pantas seperti Ahok. Di Ahok-kan. Bahkan lebih parah dari Ahok," tambahnya. Eggi sendiri melihat Ahok hanya mengucapkan satu ujaran penghinaan kepada Al-Qur'an, tapi Sukmawati mengucapkan tiga ujaran. Bagi Eggi Sukmawati nantinya akan terkena pasal berlapis. "Pasal 156 a di KHUP itu unsur Ahok cuma diambil dari satu hal yaitu jangan mau dibohongi Al-Qur'an. Tapi kalau Sukmawati itu berlapis," paparnya.