Berita Terbaru

MUI : Proses Sertifikasi Halal Vaksin MR Akan Dilakukan dengan Cepat

Majalahayah.com, Jakarta - Lembaga Pengkajian Pangan dan Obat (LPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menerima surat permintaan pengujian dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait pelaksanaan...

Perkuat Cadangan Devisa, Presiden Jokowi: Jaga Nilai Tukar Rupiah dan Defisit Transaksi Berjalan

Majalahayah.com, Jakarta - Beberapa saat setibanya kembali di Jakarta usai meninjau penanganan korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Presiden Joko Widodo...

Selain Rumah Warga, Pemerintah Segera Bangun Kembali Sekolah dan Pasar yang Roboh

Majalahayah.com, Jakarta - Usai meninjau bangunan RSUD Tanjung dan Pasar Tanjung yang mengalami kerusakan, Presiden dan rombongan menyambangi posko pengungsian di halaman Polsek Pemenang,...

Ibadah Haji, Ma’ruf Amin Disebut Akan Bertemu dengan Habib Rizieq

Majalahayah.com, Jakarta - Calon Wakil Presiden (Cawapres) KH Ma'ruf Amin akan melakukan ibadah haji. Dirinya pun disebut akan bertemu dengan Imam Besar Front Pembela...

Adhie Massardi : Sebaiknya IQ Capres-Cawapres Diumumkan ke Rakyat

Majalahayah.com, Jakarta - Aktifis pro demokrasi, Adhie Massardi mengatakan, bahwa tes kesehatan untuk capres dan cawapres merupakan pemborosan uang negara. Hal ini di ungkapkan...

Sandi Bantah Berikan Mahar 500 Miliar ke PKS dan PAN

Majalahayah.com, Jakarta - Sandiaga Uno, calon wakil presiden Prabowo Subianto, melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sandi tampak didampingi Sudirman Said. "Saya ingin...

4100 Pembina dan Pelatih Pramuka Kemah Bersama Bahas Bonus Demografi di Malang

Majalahayah.com, Jakarta - Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka mengadakan kegiatan Karang Pamitran Nasional (KPN) atau kemah para pembina dan pelatih tingkat nasional di Desa...

Telan Anggaran Rp 12,5 Triliun, CBA : LRT Palembang Mogok Penuh Kejanggalan

Majalahayah.com, Jakarta - Setelah LRT (Ligth Rail Transit) di Palembang diresmikan oleh Presiden Jokowi, ternyata mengalami mogok. padahal sebuah peresmian sebuah proyek, menandai dimulai...

China Tolak Tuduhan Menahan Jutaan Warga Uighur di Kamp Xinjiang

Majalahayah.com, China menolak tuduhab yang diajukan Panel PBB bahwa dirinya menahan 1 juta warga Uighur di kamp interniran daerah Xinjiang. Hu Lianhe, seorang pejabat senior...

PKS : Koalisi Pemenangan Prabowo-Sandi Hanya Butuh 10 Jubir

Majalahayah.com, Jakarta - Kubu Prabowo-Sandiaga Uno hanya menyiapkan 10 Juru Bicara (Jubir) untuk menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019). Hal ini sendiri berbanding jauh dengan...

Terpopuler

Inspiratif

Indepth

Gerindra-Demokrat, Tarik Ulur Koalisi Dua Jenderal yang Berakhir Manis

Majalahayah.com, Jakarta – Koalisi antara Partai Gerindra dengan Partai Demokrat pada (30/07) lalu memunculkan kesepakatan untuk berkoalisi yang kuat. Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto...

Sistem Zonasi, Saat Ramai-Ramai Jadi Miskin untuk Sekolah Berkualitas

Majalahayah.com, Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tahun 2018 menerapkan sistem zonasi di Penerimaan Perserta Didik Baru (PPDB) pada jenjang Sekolah Menengah...

KPU Wajib Memperpanjang Masa Pendaftaran Capres-Cawapres

Majalahayah.com, Jakarta - Pernyataan KPU yang mengatakan bahwa lembaga tersebut tidak akan memberikan kesempatan perpanjangan waktu kepada partai politik dalam mendaftarkan pasangan calon Presiden...
Majalahayah.com, Jakarta - Generational tension atau kurangnya respek kepada orang lain yang berbeda generasi kini sedang melanda banyak perusahaan. Mengapa hal ini terjadi? Pertama, mereka tidak memahami satu dengan yang lain. Kedua, mereka memiliki akses yang berbeda terhadap sumber daya dan power. Ketiga, perbedaan gaya kerja dan penguasaan teknologi. Keempat, kurangnya kesediaan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman satu dengan yang lain. Apabila hal ini dibiarkan akan berakibat kepada situasi kerja yang tidak harmonis, produktivitas menurun, turnover karyawan tinggi, cost yang besar untuk penanganan konflik. Dan tentu saja, kinerja anjlok dan keuntungan perusahaan bisa “jeblok.” Mau? Tentu tidak. Untuk itu, ada tiga prinsip yang perlu Anda pegang apabila Anda menjadi pimpinan dengan anggota tim multi generasi atau lintas generasi. Pertama, tanamkan bahwa perbedaan adalah karunia. Menurut para ahli, perusahaan tidak harus mengubah seseorang, tetapi mengajarkan bagaimana caranya untuk menjadikan perbedaan menjadi pengungkit keberhasilan tim. Saling belajar antar generasi di satu tim membuat proses pembelajaran semakin efektif jauh melebihi pelatihan terbaik dunia sekalipun. Tentu proses saling belajar ini bisa terjadi apabila Anda tahu caranya. Kedua, pahamilah bahwa setiap generasi memiliki kekuatan unik yang dapat diungkit. Menurut Jeanne C. Meister dalam Future Workplace (2014), pemimpin memiliki tanggungjawab untuk membantu anggota timnya memahami bahwa masing-masing mereka memiliki seperangkat keterampilan yang unik untuk dikontribusikan di dalam tim. Fokus kepada keunikan masing-masing adalah pondasi untuk meningkatkan motivasi kerja dan produktivitas mereka. Ketiga, mengaktifkan hot button generasi adalah keharusan dalam mewujudkan high performance team. Sebuah riset yang dipublikasikan oleh The Conversation (2015) menyatakan bahwa mengelola generasi sesuai dengan kebutuhannya dapat meningkatkan produktivitas mereka di tempat kerja jauh melebihi rata-rata. Memegang tiga prinsip di atas adalah dasar utama untuk melejitkan performa tim dengan anggota lintas generasi. Tentang bagaimana Anda bisa mendongkrak kinerja tim dengan anggota lintas generasi, dapatkan caranya di Public Training: Leveraging Generation Gap to Build High Performance Team pada 5 April 2017. Informasi lengkap klik bit.ly/kubikleadershipseries atau hubungi 021-29400-100 dan 082111-999-022. Jamil Azzaini CEO Kubik Leadership